Laptop Porno Bawa ‘Letnan Hollywood’ ke Penjara

August 20th, 2007 by fstti03c

Senin, 20/08/2007 15:24 WIB
Laptop Porno Bawa ‘Letnan Hollywood’ ke Penjara
Fino Yurio Kristo -

detikinet

Albert Insinnia (ist.)

West Patterson - Aktor Albert Insinnia yang berperan sebagai polisi bernama Letnan Pizelli dalam serial televisi populer, ‘Law & Order: Special Victims Unit’ ditahan polisi. Ia dituduh menyimpan ratusan konten pornografi anak dalam laptopnya. Namun, ia menyatakan diri tidak bersalah melalui pengacaranya.

Albert yang berusia 57 tahun dibebaskan sementara dari penjara yang dihuninya selama sepekan setelah membayar uang jaminan US$ 10.000. Joseph Portelli, pengacaranya bersikeras bahwa konten anak tak senonoh itu bukan milik Albert.

"Dia memang memiliki laptop itu. Namun, bermacam orang mengakses laptop tersebut di rumah maupun ketika dia sedang bekerja. Foto-foto itu bukanlah miliknya," tandas Portelli seperti dikutip detikINET dari NorthJersey.com, Senin (20/8/2007).

Menurut juru bicara kepolisian Bill Maer, terdapat sekitar 180 gambar pornografi anak yang ditemukan pada laptop Insinnia. Hal ini terungkap setelah dia ingin memperbaiki laptopnya di toko Best Buy pada 15 Juli 2007 kemarin.

Teknisi laptop itulah yang kemudian menemukan gambar-gambar anak tak senonoh tersebut dan melaporkannya pada detektif dari Passaic County Sherrif’s Department yang kebetulan sedang bekerja mengamankan toko itu. Setelah investigasi selama satu bulan, Insinnia akhirnya menjadi tertuduh utama dan ditangkap.

"Jika anda mengeksploitasi anak-anak di kota Passaic County, Anda akan diburu dan dituntut secara maksimal melalui hukum yang berlaku," demikian keterangan dari salah satu polisi kota itu, Jerry Speziale. ( fyk / wsh )

Gangguan Hinggapi Milis Besar di Yahoo!

August 20th, 2007 by fstti03c
Senin, 20/08/2007 12:54 WIB

   
      

Gangguan Hinggapi Milis Besar di Yahoo!

      

Wicaksono Hidayat - detikinet
 

    


Jakarta - Sebuah gangguan menghinggapi pengguna layanan mailing list (milis) Yahoo! Groups. Uniknya, gangguan ini hanya menyerang mereka yang anggota milis-nya melebihi 75 orang.

Masalah menghinggapi Yahoo! Groups sejak Minggu (19/8/2007) malam dan
hingga Senin (20/8/2007) pagi masih terdapat gangguan. Masalah yang
terjadi adalah adanya penundaan pengiriman pesan hingga waktu yang
cukup lama.

Menurut pernyataan resmi tim Yahoo! Groups masalah itu akan menimpa
milis dengan anggota lebih dari 75 orang. Namun, bukan berarti masalah
tidak akan menghinggapi milis berukuran lebih kecil.

Alfons Tanudjaya, spesialis antivirus dan pengelola milis Vaksincom,
mengatakan pengiriman e-mail ke milis dari alamat selain Yahoo! selalu
gagal. "Saya posting dari tanggal 16 ke milis vaksin, 2 hari mental balik," ujarnya pada detikINET, Senin (20/8/2007).

Sedangkan menurut pernyataan resmi Yahoo!, penyebab masalahnya telah
diketahui namun cara untuk memulihkannya dengan cepat masih diupayakan.
"Kami akan memberi update
yang lebih pasti jika sudah ada, tapi sebelumnya kami ingin meyakinkan
orang-orang bahwa kami mengetahui adanya masalah dan sedang
memperbaikinya," sebut pernyataan yang dikutip detikINET, Senin (20/8/2007).

Masalah ini diketahui menghinggapi milis besar yang menggunakan layanan
Yahoo! Groups. Ini termasuk milis Jalansutera, milis Vaksincom, dan
juga milis pembaca detikINET.
( wsh / wsh )

Seorang Pemuda Membajak Film Bioskop Pakai Ponsel

August 20th, 2007 by fstti03c
Senin, 20/08/2007 17:35 WIB

   
      

Seorang Pemuda Membajak Film Bioskop Pakai Ponsel

      

Ardhi Suryadhi - detikinet
 

    


Jakarta
- Banyak cara yang digunakan para pembajak untuk merekam film yang
ingin diduplikasinya. Lewat ponsel yang mungil pun mereka bisa
menjalankan aksinya.

Hal ini dilakukan oleh seorang pemuda Australia. Karena dianggap
sebagai pembajak film, pemuda 21 tahun itu kini harus berhadapan dengan
tuntutan hukum karena kasus pelanggaran hak cipta.

Pasalnya, ketika tengah menyaksikan film ‘The Simpsons’ di bioskop,
pemuda ini malah dengan sengaja merekam film yang diputar tersebut.
Saat itu aksinya memang tidak diketahui oleh penjaga bioskop, namun
karena ia juga mendistribusikan film hasil ‘karyanya’ itu di Internet,
pihak berwajib pun bisa mengendus tindak tanduknyai.

Alhasil, polisi berhasil melacak kediaman si pelaku dan segera menarik
peredaran film yang telah ‘melalang buana’ di Internet selama beberapa
hari itu.

"Dalam waktu 72 jam pelaku membuat dan meng-upload rekaman ilegal ini, dan AFACT (Australian Federation Against Copyright Theft) telah melacaknya di situs video streaming dan sistem P2P (peer-to-peer) dimana rekaman ini telah di-download sebanyak 110 ribu kali," ujar Adrianne Pecotic, Executive Director AFACT, seperti dilansir Cellular News dan dikutip detikINET, Senin (20/8/2007).

Pecotic memperkirakan, rekaman yang telah diunduh tersebut selanjutnya
akan segera digandakan dan dijual ke dalam bentuk DVD bajakan untuk
dipasarkan ke seluruh dunia. "Kecepatan dan penyebaran penggandaan
ilegal yang telah dilakukan lewat camcorder dan ponsel serta melintasi
Internet telah membuat industri bioskop di Sydney terhuyung-huyung,"
imbuhnya.

( ash / ash )